🐉 Memori Dragon Hot Pot Semarang: Dari Melbourne ke Jalan Majapahit, Kini Tinggal Kenangan

Pernah menjadi salah satu spot paling bold di koridor Jalan Majapahit, eksistensi Dragon Hot Pot (DHP) Semarang kini resmi berakhir. Meski pintu gerainya sudah tertutup rapat, aroma pedas getir khas Ma La Ban-nya seolah masih membekas dalam ingatan para pemburu kuliner hot pot di Kota Atlas.

Berubah Menjadi Se'Indonesia

Gambar yang kami lampirkan dalam postingan ini didokumentasikan pada Oktober 2025. Ini adalah sisa-sisa visual sebelum akhirnya bangunan ikonik tersebut bertransformasi menjadi gerai Se'Indonesia.

Ada rasa sedih melihatnya harus pamit. Padahal, jika diingat kembali sejak kehadirannya pada pertengahan 2021 hingga mereka tutup, kami sendiri sejujurnya belum pernah sempat mampir untuk mencicipi langsung. Namun, sebagai pengamat dinamika kota, kehilangan satu brand global di Semarang selalu terasa ada yang kurang.

Bukan dari Tiongkok, Tapi Australia

Untuk melengkapi arsip di blog, kami sempat menelusuri asal-usul restoran ini. Menariknya, meski kental dengan ornamen naga dan nuansa oriental, Dragon Hot Pot sebenarnya bukan berasal dari Tiongkok.

DHP adalah brand nomor satu dari Melbourne, Australia, yang didirikan sejak 2017. Saat awal berdiri di Jalan Majapahit, tempat ini hampir selalu terlihat ramai. Konsep self-service dan kuah Ma La Tang racikan 24 rempah memang menjadi magnet kuat bagi warga Semarang yang penasaran.

Dinamika Bisnis Kuliner di Semarang

Di Semarang, Dragon Hot Pot hanya memiliki satu cabang tunggal. Maka, saat gerai di Majapahit ini tutup, otomatis brand ini menghilang dari peta kuliner kota kita. Fenomena ini mengingatkan kami pada beberapa franchise besar lain yang sempat mampir ke Semarang namun belum berjodoh lama.

Secara visual, DHP sangat menonjol dengan interior merah-emas yang megah. Bahkan, standar dapurnya kabarnya menggunakan kitchen block profesional yang sangat rapi demi menjamin higienitas tinggi. Sebuah standar yang sebenarnya sangat menjanjikan untuk pasar kelas atas.

Lokasi Majapahit yang 'Tricky'

Mengapa tutup? Meski tidak ada pernyataan resmi, kami melihat lokasi di Jalan Majapahit ini cukup tricky. Di satu sisi, jalannya adalah akses utama yang sangat padat. Namun di sisi lain, karakter konsumen di area tersebut cenderung mencari kuliner yang cepat dan terjangkau.

DHP, yang memposisikan diri sebagai restoran lifestyle dengan harga yang lumayan premium, mungkin menghadapi tantangan berat untuk tetap relevan di lingkungan tersebut.

Dragon Hot Pot sempat memberi warna beda di koridor Timur Semarang. Bukan cuma soal kuah yang rempahnya nendang, tapi juga soal seni "menahan diri" saat mengambil isian di depan rak panjangnya. Siapa yang dulu pernah kalap ambil daging dan bakso, lalu kaget saat timbangan menunjukkan angka yang lumayan? 😂

Sayangnya, jejak si naga kini tinggal kenangan. Kadang, beberapa tempat memang hadir hanya untuk mampir, bukan untuk menetap lama. Apakah teman-teman sempat punya memori makan di sini sebelum mereka pamit?

Artikel terkait :

Komentar