Kawasan Pengapon di Semarang Utara selalu punya cerita tersendiri. Bagi kami, halte yang berdiri di ruas jalan ini memiliki memori khusus karena pernah kami singgahi secara eksklusif pada tahun 2019 dalam rangkaian kunjungan ke kantor BRT Trans Semarang saat itu. Kini, kami kembali untuk mengabadikan wajah terbarunya sebagai bagian dari dokumentasi visual kota.
Visual Kontras di Penghujung Tahun
Gambar yang kami tampilkan ini diambil pada 21 Desember 2025. Terletak sangat dekat dengan Pasar Ikan Grosir Rejomulyo—atau yang lebih populer dikenal sebagai Pasar Kobong—kawasan ini menawarkan paket visual yang terlalu menarik untuk dilewatkan begitu saja.
Pengapon memang identik dengan citra "keras" khas wilayah Semarang Utara. Melalui bidikan kamera, terlihat jelas kontras yang tercipta di sana. Halte Pengapon yang mungil dengan warna merah khasnya berdiri kokoh, seolah menjadi saksi bisu perjuangan para pelaju setiap harinya. Mereka adalah para penumpang yang baru turun dari Stasiun Tawang hingga para pedagang yang hilir mudik menuju pasar ikan yang lokasinya hanya selemparan batu dari titik ini.
Sisi Otentik Semarang Utara
Kondisi jalanan yang tidak selalu mulus, lengkap dengan genangan air dan tekstur tanah yang becek, justru memberikan kesan raw dan otentik. Di tengah kepungan truk-truk besar dan debu industri yang pekat, bus Trans Semarang tetap setia melintas. Kehadirannya memberikan akses transportasi yang manusiawi bagi warga yang beraktivitas di garis depan ekonomi kota.
Pengapon mungkin bukan sudut kota yang estetik untuk sekadar tempat nongkrong atau bersantai, namun wilayah ini benar-benar punya "nyawa". Ini adalah potret nyata tentang bagaimana denyut nadi ekonomi dan mobilitas warga Semarang terus berputar cepat, tak peduli seberapa sulit medan yang harus mereka lewati setiap harinya.
Artikel terkait :

Komentar
Posting Komentar