Kedatangan kedua kalinya ke Stadion Citarum Semarang memberi cerita berbeda tentang bagaimana pengalaman membawa sepeda. Jika kedatangan pertama dulu posisinya berbaur dengan barisan motor di halaman depan, kali ini rasanya seperti mendapat akses VIP.
Jujur saja, awalnya tidak ada niat buat bikin catatan khusus. Kami datang ke kompleks Stadion Citarum murni untuk agenda rutin: main bola bersama tim mini soccer seperti biasanya.
Tapi situasi langsung berubah saat kedatangan kedua kalinya ke sini. Belum sempat bingung mencari tempat bersandar yang pas dan aman untuk sepeda, juru parkir di lokasi justru memberikan gestur ramah sekaligus instruksi yang di luar dugaan.
"Taruh di dalam saja, mas. Di ruang depan lorong itu, nggak apa-apa aman."
Begitu kurang lebih arahan yang diberikan petugas. Sepeda pun akhirnya mendapat "hak istimewa" diparkir langsung di dalam ruangan lorong lantai bangunan stadion. Tempatnya teduh, terlindung dari potensi hujan mendadak, apalagi jadwal main kami malam hari yang tentu bakal merepotkan jika kondisi cuaca tiba-tiba berubah saat hendak pulang nanti.
Buat pesepeda harian yang kerap mengandalkan kendaraan roda dua tanpa mesin ini, bentuk fleksibilitas dan keramahan kecil dari petugas lapangan lokal rasanya sungguh patut diapresiasi.
Bukan cuma soal keamanan kendaraan yang bikin hati jauh lebih tenang selama asyik berlari dan berkeringetan di lapangan rumput sintetis, tapi juga bagaimana fasilitas publik perlahan terasa lebih ramah serta akomodatif bagi siapa saja yang memilih mobilitas dengan cara lebih bersahabat bagi lingkungan.
Artikel terkait:
- 🏟️ Menjajal Rumput Sintetis Standar FIFA di Stadion Citarum Semarang: Sebuah Catatan Komparatif
- Video : Parkir Sepeda di Masjid Agung Semarang (Kauman)
- 🚲 Menanti Ramah Pesepeda di Wajah Baru Gramedia Jalma Semarang, Ini Alternatif Parkirnya!
- 🚲 Sisi Lain Kemegahan RS Telogorejo Semarang: Cerita Parkir Sepeda di Pojokan Gerbang
- Lainnya

Komentar
Posting Komentar