Ada perasaan miris yang menyelinap saat melihat bangunan legendaris ini. Gedung bersejarah yang menyimpan rekam jejak perjalanan Jamu Jago—salah satu merek jamu tertua di Indonesia yang berdiri sejak 1918—kini terpasang banyak spanduk bertuliskan "DIJUAL".
Seperti biasa, momen ini tanpa sengaja kami temukan saat gowes melintasi Jalan Ki Mangunsarkoro No. 106 pada 22 Agustus lalu. Fasad bangunan berarsitektur khas dengan dominasi warna hijau-putih yang biasanya berdiri tenang, kini mendadak riuh oleh jajaran spanduk agen properti. Entah sejak kapan spanduk-spanduk itu mulai dipasang di sana.
Bagi warga Kota Semarang, gedung ini sejatinya bukan sekadar titik alamat di peta. Lokasinya yang berada tepat di seberang Purnama Minimarket—dan berada dalam satu jalur menuju area bekas lapangan Golden Futsal yang dulunya aktif—memiliki ikatan memori tersendiri. Gedung di Ki Mangunsarkoro ini tercatat punya peran penting sebagai Kantor Pusat (Head Office) PT Industri Djamu dan Pharmasi Tjap Djago pasca-kepindahan mereka ke Semarang pada tahun 1945, sementara pusat operasional pabriknya kini berada di kawasan Srondol.
Terlepas dari dinamika bisnis maupun efisiensi aset di internal perusahaan, ada harapan besar yang tersirat. Semoga karakter arsitektur klasik dan nilai historis bangunan ini tetap terawat serta dipertahankan fasadnya, siapa pun pemilik barunya kelak.
Artikel terkait:

Komentar
Posting Komentar