Kawasan Jalan Brigjen Sudiarto—atau yang lebih familiar disapa warga sebagai Jalan Majapahit—kembali tersentuh proyek pembenahan infrastruktur. Proyek senilai Rp 4,6 miliar di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah ini menyasar perbaikan struktur jalan di titik-titik krusial, salah satunya area bawah flyover tol.
Pengerjaan peninggian dan pembetonan jalan ini berlangsung selama 180 hari kalender, terhitung sejak 2 Juli hingga 28 Desember 2026. Di lokasi, separuh lajur telah dicor beton padat dan dibatasi garis pengaman, sementara penyempitan lajur membuat arus lalu lintas melintas bergantian. Aktivitas pengerjaan juga terus berlanjut hingga malam hari dengan pengerahan alat berat seperti ekskavator di bahu jalan.
| Gambar diambil 25 Agustus 2026 |
Imbauan Kemacetan
Penyempitan lajur ini berpotensi memicu kepadatan arus kendaraan yang cukup panjang, terutama bagi pengendara yang melintas dari arah Pasar Gayamsari menuju lampu merah persimpangan Jalan Supriyadi.
Bagi warga atau pengguna jalan yang ingin menghindari antrean merayap di jam-jam sibuk, disarankan untuk mencari jalur alternatif atau melintas dengan lebih bersabar serta tetap berhati-hati di sekitar area proyek.
Artikel terkait:

Komentar
Posting Komentar