Apa kabar eks Wonderia Semarang hari ini? Menjelang tutup tahun 2025, kami sempat mengabadikan suasananya yang kini jauh lebih tenang. Meski wahana permainan di dalamnya telah lama mati, denyut nadi kehidupan di trotoar depannya justru tetap terjaga berkat kehadiran para pedagang kaki lima yang menjadikannya tumpuan hidup.
Transformasi Menjadi Ruang Terbuka Hijau
Setelah bertahun-tahun menjadi bahan perbincangan—mulai dari selentingan mistis hingga wacana pembangunan mal—titik terang mulai mengarah pada fungsi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Kawasan ini sempat diproyeksikan menjadi Hutan Kota, sebuah rencana ambisius untuk menambah paru-paru kota di tengah padatnya Semarang. Meski kepemimpinan daerah terus berganti, harapan agar lahan seluas ini tidak sekadar mangkrak tetaplah besar.
Saksi Bisu di Pinggir Jalan Sriwijaya
Pilar gerbang berlogo Pemerintah Kota Semarang masih berdiri tegak, meski warnanya mulai memudar dimakan usia. Di belakangnya, struktur lengkung yang dulu menjadi akses utama kini tampak seperti kerangka tua yang menanti kepastian. Namun, area parkirnya yang lapang tak pernah benar-benar sepi; ruang ini masih sering menjadi venue berbagai event tahunan di Semarang.
Aset Hijau yang Berharga
Jika kita jeli melihat foto di atas, pepohonan besar yang menjulang di belakang bekas bangunan utama adalah aset yang luar biasa. Dengan tekstur langit urban yang dihiasi kabel melintang, keberadaan pohon-pohon ini menjadi modal kuat untuk menciptakan taman kota yang teduh dan asri di masa depan.
Sisi Religi yang Tersembunyi
Tak banyak yang menyadari bahwa di dalam kawasan ini terdapat Makam Mbah Kiai Genuk (Wali Agung Semarang). Nilai sejarah dan spiritualnya yang kuat sebenarnya menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata religi yang representatif, bersanding dengan konsep ruang publik hijau.
Melihat eks Wonderia saat ini memang memicu nostalgia akan kejayaannya di masa lalu. Namun, melihatnya bertransformasi menjadi area yang lebih bermanfaat bagi warga tentu jauh lebih baik daripada membiarkannya terkunci dalam sepi.
Artikel terkait :

Komentar
Posting Komentar