Mumpung lagi lewat Kaligawe usai CFD-an di Simpang Lima, kami sedikit terkejut melihat sebuah tenda besar didirikan di atas Jembatan Kalibanger A. Kami kira ada pengerjaan perbaikan lanjutan, eh ternyata area tersebut digunakan sebagai lokasi penampungan sementara bagi masyarakat yang terdampak musibah banjir dan rob.
Postingan di halaman ini merupakan update foto terkini yang kami ambil di lokasi, masih satu frame dengan update kondisi banjir yang sudah kami unggah pada awal bulan November lalu.
Jembatan Kalibanger: Nama Sungai di Tengah Proyek Pantura
Ini pertama kalinya kami membahas Jembatan Kalibanger secara khusus di blog ini. Padahal, Jembatan Kaligawe B—bentang yang sebelahnya—malah sudah lebih dulu kami posting pada tahun 2021.
Jembatan ini sendiri melintasi Sungai Banger atau sering disebut Kali Banger, maka penamaannya diambil dari sana.
Yang sekarang kami saksikan adalah struktur yang sudah selesai direnovasi dan ditinggikan. Jembatan Kalibanger A termasuk bagian dari proyek besar peningkatan infrastruktur Pantura di kawasan Kaligawe Semarang, bahkan terintegrasi dengan pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1A.
Jembatan Kalibanger yang baru ini merupakan pengganti jembatan lama (tipe Callendar Hamilton). Setelah jadi dengan tampilan yang kokoh dan desain modern, Jembatan Kalibanger A diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada awal Januari 2024 sebagai bagian dari paket peningkatan jalur utara Jawa.
Mengenal BKT dan Kali Banger
Ngomong-ngomong soal nama Kali Banger, kami malah baru ngeh (sadar) bahwa nama tersebut merujuk pada sungai yang dilintasinya. Maklum, warga Semarang seperti kami terbiasa menyebut keseluruhan aliran sungai di wilayah itu sebagai Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang.
Perlu diketahui, BKT sebenarnya adalah hasil rekayasa hidrologi yang jauh lebih besar, berfungsi menampung berbagai aliran sungai, termasuk Kali Banger, untuk mitigasi bencana.
Pasar Tumpah Kaligawe di Samping Jembatan Kalibanger A
Yang tak kalah menarik perhatian dari Jembatan Kalibanger adalah dinamika aktivitas di sampingnya, yaitu Pasar Tumpah Kaligawe.
Tepat di bahu jalan samping jembatan, ada banyak pedagang yang menjual dagangan mereka dengan menggunakan tenda payung seadanya. Mereka menjual berbagai kebutuhan pokok, mulai dari sayuran, buah hingga makanan matang, dan aktivitasnya sudah dimulai sejak pagi hari.
Meskipun sering menjadi penyebab kepadatan, bagi seorang fotografer, aktivitas pasar tumpah yang kontras dengan beton modern jembatan ini sangat menarik perhatian untuk diabadikan.
Jembatan A dan B: Dua Jalur Lintas Penting
Jembatan di Kaligawe, termasuk Kalibanger, harus selalu menjadi perhatian karena daerah tersebut rawan banjir dan rob, sehingga proyek pembangunan dan peninggian jalan/jembatan di sana sangat krusial untuk kelancaran lalu lintas dan mitigasi bencana.
Jembatan ini adalah bagian dari program besar penggantian jembatan rangka baja lama tipe Callendar Hamilton (CH) di lintas Pantura Jawa. Proyek ini dilakukan secara bertahap dalam dua bentang.
Jembatan Kaligawe B (yang kami posting tahun 2021) adalah bentang yang selesai lebih dulu dan seringnya dipakai untuk jalur yang menuju ke arah Barat atau Kota Semarang.
Jembatan Kalibanger A (yang kami bahas sekarang) adalah bentang sisi sebelahnya, yang digunakan untuk jalur menuju ke arah Timur/Demak. Pengerjaannya memang selesai belakangan dan diresmikan Presiden Jokowi pada awal tahun 2024.
Kedua jembatan ini—A dan B—saling berdampingan dan menjadi satu kesatuan jalur utama di Jalan Kaligawe, Kota Semarang.
Artikel terkait :

Komentar
Posting Komentar