📸 Foto: Sisi Kontemplatif Banjir Kanal Barat Semarang, Menatap Keindahan dari Balik Pintu Air

Tak banyak dokumentasi dari kawasan Banjir Kanal Barat (BKB) yang kami pajang di blog galeri foto ini. Padahal, wajah BKB kini terasa semakin megah, terlebih dengan hadirnya The Park Mall Semarang yang berdiri kokoh di tepiannya. Beruntung, pertengahan tahun ini kami berhasil menangkap sebuah momen menarik tepat dari seberang mal tersebut.

Momen ini kami dokumentasikan setelah pulang dari agenda menengok perkembangan Mal 23 Semarang pada tanggal 24 Mei kemarin. Menggunakan kamera smartphone, bidikan ini berhasil merekam potret kesendirian seorang pemancing di tengah bentang air yang tenang namun fungsional.

Sentuhan Industrial dan Sudut Pandang yang Manusiawi

Tentu saja, ia tidak benar-benar sendiri di sana. Di sisi sebelah kanannya, ada beberapa rekan sesama pemancing yang sayangnya harus rela tereliminasi dari frame kamera.

Beruntung, cuaca siang itu sangat cerah. Langit biru bersih di atas Kota Semarang memberikan pencahayaan alami yang mewah. Pria tersebut tampak begitu santai bertengger di atas roda pemutar manual pintu air. Detail besi-besi penahan arus serta tas perlengkapan memancing yang tergantung di dekatnya spontan memberi tekstur industrial yang kuat pada visual foto pertama.

Kontras Visual di Jantung Kota Semarang

Permukaan air Banjir Kanal Barat yang luas mendominasi bagian tengah gambar, menciptakan ruang kosong (negative space) yang menghadirkan kesan sunyi sekaligus masif. Melalui dua lembar foto ini, kami seperti melihat sebuah kontras urban yang apik.

Di satu sisi, ada ketenangan mutlak dari aktivitas memancing yang menuntut kesabaran ekstra. Di sisi lain, deretan infrastruktur di latar belakang seolah mengingatkan bahwa ruang sunyi ini berada tepat di jantung kota yang tak pernah berhenti bergerak.

Pesona Ikonik HKY Tanah Mas dan Normalisasi Sungai

Namun, pandangan kami justru paling terpikat oleh siluet bangunan megah di seberang sungai, tepatnya di kawasan Jalan Krokosono. Bagi masyarakat yang sering melintas di Jalan Madukoro, bangunan Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Tanah Mas ini pasti sudah tidak asing lagi. Ciri khas arsitektur atap merahnya yang menjulang dengan dua menara lancip selalu sukses mencuri perhatian mata yang memandang.

Jika menggeser sudut pandang sedikit ke arah kanan, tampak ekskavator yang terparkir di seberang tanggul. Kehadiran alat berat ini memperjelas kondisi pada foto kedua, di mana area bantaran sungai di dekat pemancing tampak sedang diuruk dan ditinggikan.

Aktivitas pengerukan sedimen tanah ini tampaknya menjadi agenda rutin dari pihak terkait demi menjaga aliran air di sepanjang sungai BKB tetap lancar dan bebas banjir—sebuah pemeliharaan berkala yang juga lazim kita temui di kawasan BKT (Banjir Kanal Timur).

Menikmati sudut BKB dari sini seolah memberi waktu bagi kami untuk sejenak menepi dari ritme kota. Sebuah potret humanis yang jujur, menangkap harmoni antara manusia, religi, dan derap pembangunan infrastruktur Semarang hari ini.

Artikel terkait :

Komentar