🅿️ Tarif Parkir di Stadion Tri Lomba Juang Semarang Tahun 2026

Sebenarnya kami tidak berencana untuk mengangkat topik tarif parkir dalam postingan kali ini. Namun, saat sedang melintas di kawasan GOR Tri Lomba Juang (TLJ) Semarang, ada pemandangan menarik yang sayang jika tidak diabadikan sebagai bahan informasi di blog. Semoga ulasan singkat ini berguna bagi yang sedang mencari informasi tarif parkir terbaru di sana.

Berdasarkan Perda Nomor 4 Tahun 2025

Awal Maret kemarin (3/3), kami berkesempatan menghadiri acara 'Smart Digital 2026: Kerja Cepat, Usaha Melesat' yang digelar di Gedung SDK Semarang. Karena lokasi gedungnya berada di area pertokoan yang akses utamanya harus melewati pintu masuk Tri Lomba Juang, kami pun sempat mengamati spanduk mini berisi informasi yang terpampang di sana.

Menariknya, tarif yang berlaku sekarang sudah mengacu pada Perda Nomor 4 Tahun 2025. Ini merupakan pembaruan regulasi dari Pemerintah Kota Semarang yang mungkin berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Berikut rinciannya:

  • Kendaraan Roda Dua / Tiga: Rp 3.000,-

  • Kendaraan Roda Empat: Rp 5.000,-

Besaran tarif ini terpampang jelas dengan banner yang cukup mencolok di dinding merah ikonik GOR TLJ. Transparansi seperti ini tentu kami apresiasi karena meminimalisir kebingungan pengunjung sekaligus menghindari praktik "getok harga" oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Anomali Parkir: Modernitas vs Sentuhan Manual

Ada satu hal yang menyita perhatian kami saat melihat gerbang masuknya. Di sana terlihat sebuah kontradiksi yang cukup unik. Meski secara infrastruktur GOR TLJ sudah mencoba berbenah dengan memasang sistem palang parkir otomatis layaknya mal-mal besar di Kota Semarang, operasional di lapangan berkata lain.

Mesin parkir yang seharusnya bekerja secara digital tersebut tampaknya masih 'beristirahat'. Alhasil, fungsinya digantikan oleh petugas yang berjaga secara manual dengan meja kecil di depannya untuk menarik uang parkir.

Potret Transisi Teknologi

Kenyataan ini memang sering kita temui di berbagai fasilitas publik. Sebuah potret transisi teknologi yang unik; di mana infrastruktur sudah mulai modern, namun sentuhan manusia masih menjadi andalan utama.

Meski masih manual, setidaknya keberadaan petugas resmi yang berjaga tepat di bawah papan pengumuman tarif memberikan rasa aman bagi pengunjung. Setidaknya, kita tahu ke mana uang parkir tersebut bermuara.

Kami berharap, saat berkunjung kembali ke GOR Tri Lomba Juang nanti, sistem palang otomatisnya sudah bisa berfungsi normal 100%. Selain untuk efisiensi, tentu agar kesan "Smart City" yang diusung Kota Semarang semakin terasa nyata di fasilitas olahraganya.

Artikel terkait :

Komentar