Ada pemandangan yang menyejukkan mata di tengah keriuhan Kirab Bendera di Kota Semarang bulan November kemarin. Di antara barisan seragam dan derap langkah peserta, muncul rombongan perempuan dengan balutan kain dan kebaya yang mencolok. Mereka adalah komunitas Perbawa (Perempuan Berkebaya Jawa) Provinsi Jawa Tengah.
Melihat mereka melintas di aspal jalanan Semarang bukan sekadar melihat parade busana. Ada pesan "Cinta Kebaya, Cinta Budaya, Cinta Indonesia" yang terpampang nyata di spanduk yang mereka bawa.
Kebaya dan Realitas Modern
Yang paling menarik dari jepretan ini adalah bagaimana mereka beradaptasi dengan realitas. Perhatikan bagaimana kain jarik dipadukan dengan sepatu sneakers atau running shoes. Mungkin bagi sebagian penganut pakem kaku, ini terlihat tabu. Namun, di mata seorang dokumenter urban, inilah potret kebaya masa kini.
Memang kalau diperhatikan di fotonya, justru "kontras" antara identitas feminin kebaya dengan gagahnya acara kirab bendera itu yang mahal harganya. Mereka tetap ayu meski harus panas-panasan di aspal. Mereka ingin menunjukkan bahwa berkebaya tidak harus menghambat gerak, bahkan di bawah terik matahari Semarang sekalipun.
Artikel terkait :
- 🇮🇩 Kirab Merah Putih Bersatu dan Maju: Membawa Semangat Pahlawan ke Jalanan Semarang
- 🥾 Lawan Penuaan Dini Akibat Stres, Urban Hiking Semarang Tawarkan "Healing" Murah Meriah Lewat Jalur Blusukan
- Peluncuran Kartu ATM Kresem-Danamon: Langkah Baru Ekonomi Kreatif Semarang?
- Blok GM Semarang: Ketika Jalan Gajah Mada Jadi Panggung Nostalgia dan Komunitas
- Lainnya

Komentar
Posting Komentar